Monita PW, Dragster Cantik Pelatih Drag Bike

Share Button
Monita PW, Dragster Cantik Pelatih Drag Bike

RODAMANIA.COM – Kehadiran srikandi – srikandi balap di dunia Drag Bike selalu menyita perhatian. Bukan melulu soal paras cantik ditengah kerasnya persaingan antara pebalap pria, namun juga soal prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya adalah Monita PW, dragster wanita asal Yogyakarta ini sudah tak asing lagi akan prestasinya di dunia Drag Bike Indonesia khususnya Jawa Tengah.

Memiliki nama lengkap Monita Permata Wijaya, dara cantik kelahiran Bantul, Yogyakarta 18 tahun silam, telah menggeluti ajang balap lurus sejak tahun 2014. Eksistensi dan segudang prestasi yang telah ia torehkan tak lepas dari peran sang Ayah yang hobi otomotif.

“Awalnya hanya coba-coba, makin kesini makin ketagihan. Ini semua tak lepas dari Bapak yang memang cinta dengan dunia otomotif”, ujar Monita yang akrab dipanggil Monita PW.

Jangan tanya soal prestasi, Monita sudah bolak balik turun mengikuti dragbike dari Kejurda hingga Kejurnas khususnya untuk Jawa Tengah, Jawa timur dan DIY.

“Prestasi terakhir di Dragbike AHRS Championship, Klaten. Aku juara pertama di kelas Bracket 9 detik. Bangga sih, karena pesertanya semua laki-laki, dan hanya aku yang perempuan”, tambah dragster dengan nomor punggung 153 itu.

Namun diluar kesibukannya, Monita PW memiliki kesibukan dengan melatih calon dragster. Setiap sabtu dan minggu, jika tidak ada event balap, Monita melatih di sekolah MFC School sekolah balap yang didirikan oleh ayahnya, uniknya sekolah ini gratis tanpa dipungut biaya.

“Di MFC Racing School ada sekitar 140-an murid, biasanya kami berlatih di Stadion Maguwoharjo, atau di Stadion Sultan Agung. Semuanya gratis, karena kami berkomitmen untuk menghapus balap liar, dan memfasilitasi adik-adik yang ingin belajar balap namun terkendala fasilitas”, ujarnya.

Murid-murid yang dilatihnya kebanyakan dari anak-anak kelas 6 SD bahkan ada yang sudah berumur 25 tahun. Tak hanya berprestasi Monita pun ingin membagi ilmunya bagi para generasi muda yang doyan balap agar tidak terjun ke balap liar.

“Kesulitannya ya harus sabar kalau melatih, apalagi kalau pemula. Aku sih berharap sering diadakannya event-event dragbike di seluruh Indonesia terutama DIY dan Jateng”, tutupnya.

(RDY)

EDITOR (PAY)

Share Button